Jumat, 16 Desember 2016

TEORI X DAN TEORI Y

 Pengertian Kepemimpinan
Ada beberapa pengertian kepimpinan menurut para ahli, yaitu:
Robbins (2003: 163) 
“Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi suatu kelompok ke arah pencapaian (tujuan). Pendapat ini memandang semua anggota kelompok/organisasi sebagai satu kesatuan, sehingga kepemimpinan diberi makna sebagai kemampuan mempengaruhi semua anggota kelompok/organisasi agar bersedia melakukan kegiatan/bekerja untuk mencapai tujuan kelompok/organisasi”.
Rivai (2004:2)
“Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi dalam menentukan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya”.
Thoha (2007:9) 
“Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok”.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi bawahan atau kelompok untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasi atau kelompok.


Jenis-jenis kepemimpinan 
      1. Demokratis
    Kepemimpinan demokratis adalah jenis  kepemimpinan dimana seorang  pemimpin memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Jika ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim. Pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
  
      2.      Otokratis
               Jenis kepemimpinan seperti ini akan tampak seperti dictator. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan. Gaya ini ditandai dengan kebergantingan pada yang berwenang dan menganggap bahwa bawahan hanya akan melakukan sesuatu jika diperintah... Umumnya gaya kepemimpinan seperti ini dilaksanakan pada negara-negara yang menganut asas komunis.

     3.      Partisipatif
            Kepemimpinan dengan jenis seperti ini dipakai untuk memotifasi bawahan melalui pelibatan dalam pengambilan keputusan. Pemimpin mengharapkan agar karyawan mampu bekerja sama dalam pencapaian tujuan. Gaya kepemimpinan seperti cocok dilakukan pada perusahaan dimana keputusan harus dilaksanakan bersama.

    4.      Birokratis
Jenis kepemimpinan seperti ini adalah gaya yang patuh terhadap peraturan. Para pemimpin dengan gaya kepemimpinan birokratis menganggap bahwa segala kesulitan akan dapat diatasi jika setiap orang mematuhi peraturan. Suatu sistem adalah hal yang mutlak ada pada gaya kepemimpinan seperti ini. Jika dikaitkan dengan dunia bisnis, gaya kepemimpinan yang umumnya menggunakan cara kepemimpinan birokratis adalah para birokrat yang berada pada perusahaan Negara.

     5.      Permisif
Pemimpin yang mempunyai jenis kepemimpinan permisif akan selalu berkeinginan untuk membuat setiap orang yang berada dalam kelompok puas. Jenis kepemimpinan seperti ini menganggap bahwa bila orang-orang merasa puas dengan diri mereka sendiri dan orang lain, maka dengan demikian organisasi akan berfungsi. Pemimpin yang permisif menginginkn agar setiap orang merasa senang dalam organisasi.

    6.      Bebas
Tipe kepemimpinan ini pada dasarnya berpandangan bahwa anggota organisasinya mampu mandiri dalam membuat keputusan atau mampu mengurus dirinya masing-masing, dengan sedikit mungkin pengarahan atau pemberian petunjuk dalam merealisasikan tugas pokok masing-masing sebagai bagian dari tugas pokok organisasi.

Teori X dan Teori Y 
Menurut McGregor organisasi tradisional dengan ciri-cirinya yang sentralisasi dalam pengambilan keputusan, terumuskan dalam dua model yang dia namakan Theori X dan Theori Y.
Teori X menyatakan bahwa sebagian besar orang-orang ini lebih suka diperintah, dan tidak tertarik akan rasa tanggung jawab serta menginginkan keamanan atas segalanya. Lebih lanjut menurut asumsí teori X dari McGregor ini bahwa orang-orang ini pada hakekatnya adalah:
     1. Tidak menyukai bekerja
   2. Tidak menyukai kemauan dan ambisi untuk bertanggung jawab, dan lebih menyukai diarahkan atau diperintah
     3. Mempunyai kemampuan yang kecil untuk berkreasi mengatasi masalah-masalah  organisasi.
     4. Hanya membutuhkan motivasi fisiologis dan keamanan saja.
     5. Harus di awasi secara ketat dan sering di paksa untuk mencapai tujuan organisasi.
Untuk menyadari kelemahan dari asumí teori X itu maka McGregor memberikan alternatif teori lain yang dinamakan teori Y. asumsi teori Y ini menyatakan bahwa orang-orang pada hakekatnya tidak malas dan dapat dipercaya, tidak seperti yang diduga oleh teori X. Secara keseluruhan asumsi teori Y mengenai manusia adalah sebagai berikut:
     1. Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan lepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktiva-aktiva fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jira keadaan sama-sama menyenangka.
      2. Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
    3. Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan persoalan-persoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh karyawan.
       4. Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan sosial, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
       5. Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.


     daftar pustaka 
     Kouzes, James M dan Posner, Barry Z.  2004. Leadership The Challenge: Tantangan Kepemimpinan. Alih Bahasa Wisnu Chandra Kristiaji. Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga 
      Kartini Kartono. Pemimpin dan kepemimpinan. Jakarta: PT. Grafindo Persada, 1998
   


Senin, 07 November 2016

Manajer Logistik


      Job  Description 
      a.       Memantau sistem penerimaan dan pengeluaran status stok
      b.      Membuat & memperbaharui stok perusahaan secara harian maupun bulanan
      c.       Melakukan kontrol stok barang di gudang
      d.      Mengontrol proyek perusahaan
      e.       Berpengalaman dalam prosedur  ekspor / impor
     
 Job Specification 
     a.       Minimal Usia 25 - 30 tahun
     b.      Memiliki jiwa kepemimpinan
     c.       S1 segala jurusan
     d.       Memiliki kemampuan pengoperasian komputer dengan baik
     e.        Memiliki pengalaman kerja sebagai manajer logistik minimal 1 tahun
     f.         Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan divisi lain.
     g.        Mampu bekerja mandiri
     h.        Mempunyai kemampuan analitis, pemecahan masalah dan keterampilan organisasi


·         


Strategi bisnis


     Job Description 
a.         Melakukan pengembangan pasar dan produk control system untuk kebutuhan industri
b.         Menganalisa dan mengeskplor market, trend industri serta peluang pengembangan produk untuk memperluas bisnis baru
c.         Melakukan studi kelayakan dari suatu produk
d.        Melakukan presentasi di depan potensi pasar maupun mitra kerja
e.         Aktif mencari bisnis baru yang potensial, bertemu dengan mitra kerja yang potensial, mempersiapkan strategi presentasi dan proposal bisnis
f.          Membantu dan melakukan komunikasi yang intensif dengan tim, Legal dan mitra kerja dalam pengembangan produk
g.         Berkoordinasi dengan tim Sales untuk menerapkan strategi pemasaran

Job Specification 
             a.       Berpenampilan menarik.
             b.       Fresh Graduate boleh melamar.
             c.        Minimal S1 jurusan Teknik Informasi, Administrasi Bisnis, dan Manajemen.
             d.        Memiliki kreativitas dan inovasi.
             e.         Mampu membuat proyeksi keuangan dan analisa kelayakan suatu produk baru.
             f.           Memiliki kemampuan mempresentasi suatu ide atau produk didepan potensi pelanggan.


             g.          Mampu mengoperasikan komputer. 

Minggu, 06 November 2016

Direksi Personalia


Job description
         a.       Membuat anggaran tenaga kerja
         b.      Mampu menyeleksi calon tenaga kerja
         c.       Mampu memajukan atau mengembangkan tenaga kerja
         d.      Mampu mengurus kesejahteraan pegawai termasuk upah, perumahan rekreasi, pengobatan.
   
Job Specification 
       a.    Sudah memiliki pengalaman kerja minimal 1tahun
       b.    Minimal S1 jurusan manajemen, administrasi bisnis, hubungan international dan akuntansi.
       c.    Memiliki kemampuan menggunakan komputer
       d.    Memiliki kreatifitas tinggi. 


      



Kamis, 03 November 2016

Pengertian Job spesification dan job description

Job Spesification (Jobspek) atau spesifikasi jabatan adalah suatu uraian tertulis tentang tentang latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan dan kompetensi atau hal-hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang harus dimiliki sebelum mengisi pemegang jabatan/job tertentu sehingga dapat berfungsi dengan efektif sehingga Job specification ini biasanya disebut juga dengan Hiring Spesification dan biasanya dijadikan informasi dasar untuk memulai proses rekrutmen, seleksi dan penempatan. Job specification / hiring specification / spesifikasi jabatan sangat berguna dalam mencocokkan seseorang dengan posisi atau jabatan tertentu, dan mengidentifikasi pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan. 

Job description dapat diartikan suatu perangkat yang sangat penting untuk dapat memberikan gambaran dan kejelasan tugas, tanggung jawab serta wewenang, baik untuk pedoman oleh karyawan dalam  pelaksanaan tugas maupun bagi para atasan untuk pembagian tugas untuk bawahannya. Menurut staf balai pembinaan Administrasi UGM job description adalah daftar yang memuat nama jabatan, jumlah pejabat yang diperlukan, perincian tugas, hubungan antar pekerjaan, keterangan tentang jabatan, di bawah ini dan di atasnya, latihan yang diperlukan, waktu kerja, fasilitas yang diperlukan, syarat-syarat kerja.




Daftar Pustaka  
Herjito, Y. M. (2006). Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: Grasindo.
Hasibuan, M. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.  


Selasa, 04 Oktober 2016

Tugas Psikologi Manajemen

1.    Apa yang dimaksud dengan sumber daya manusia
Sumber daya manusia adalah faktor yang sangat penting dan tidak dapat dilepaskan dari organisasi, SDM juga salah satu kunci yang menentukan perkembangan perusahaan ataupun suatu organisasi. SDM Berupa manusia yang dipekerjakan di suatu organisasi sebagai penggerak untuk mencapai suatu tujuan dalam organisasi. SDM  bukan sekedar aset utama, tapi aset yang sangat bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan dan sebagai investasi bagi institusi atau organisasi.
2.   Apa saja aktivitas yang dilakukan dengan SDM
a.       Perencanaan dan Analisis SDM
Perencanaan ini dilakukan untuk mengantisipasi kekuatan yang akan mempengaruhi pasokan dan permintaan akan tenaga kerja. Sedangkan, analisis dan penilaian selektivitas SDM juga penting dilakukan sebagai bagian dari menjaga daya saing organisasi. Dukungan informasi akurat dan tepat waktu yang didapatkan dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ini.
b.      Kesetaraan Kesempatan Bekerja
Kepatuhan pada hukum dan peraturan Kesetaraan Kesempatan Bekerja (Equal Employment Opportunity - EEO) mempengaruhi aktifitas SDM lainnya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen SDM.
c.       Perekrutan/Staffing
Sasaran perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi.
d.      Pengembangan SDM
Pekerjaan pasti akan berevolusi dan berubah, karena itu diperlukan pelatihan yang berkesinambungan untuk tanggap pada perubahan teknologi. Pengembangan semua tenaga kerja, termasuk pengawas (supervisor) dan manajer, diperlukan iuntuk menyiapkan organisasi menghadap tantangan ke depan. Perencanaan Karir (Career Planning) mengidentifikasi jalur dan aktivitas setiap individu yang berkembang di suatu organisasi. 
e.       Kompensasi dan Keuntungan
Kompensasi diberikan pada tenaga kerja yang melakukan kerja organisasi seperti pembayaran (pay), insentif (incentive), dan keuntungan (benefits). Perusahaan harus mengembangkan dan selalu memperbaiki sistem upah dan gaji. Program insentif seperti pembagian keuntungan dan penghargaan atas produktivitas semakin banyak dilakukan. Peningkatan biaya pada keuntungan,
3.      Apa itu kepemimpinan ?
kepemimpinan adalah suatu peran atau ketua dalam sistem di suatu organisasi atau kelompok. Sedangkan kepemiminan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk memengaruhi orang-orang untuk bekerja mencapai tujuan dan sasaran.

4.      Manfaat kepemimpinan bagi SDM
-          Memprakarsai struktur organisasi
-          Menjaga koordinasi dan integrasi di dalam organisasi supaya bisa berlangsung dengan manjur.
-          Merumuskan tujuan institusional alias organisasional dan menentukan sarana dan cara-cara yang efisien dalam mencapai tujuan tersebut.
-          Menanggulangi permengenaian dan konflik-konflik yang timbul dan mengadakan evaluasi dan evaluasi ulang.
-          Mengadakan revisi, perubahan, inovasi pengembangna dan penyempurnaan dalam organisais.

DAFTAR PUSTAKA
Yulk, Gary ; 2005, “ Kepemimpinan Dalam Organisasi “ Penerbit Indeks, Jakarta.
Sondang P. Siagian ; 2003, “ Manajemen Sumber Daya Manusia “ Penerbit Bumi Aksara, Jakarta
Adair, John ; 2007, “ Cara Menumbuhkan Pemimpin “ Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.


Sabtu, 18 Juni 2016

Kesehatan Mental

1. Dena Rachman, Wanita Transgender Artis Cilik Renaldy
Dena Rachman jadi perbincangan publik karena wanita cantik ini sebenarnya adalah mantan artis cilik bernama Renaldy yang telah melakukan transgender. Bagaimana kisah hidup Dena Rachman hingga memutuskan menjadi seorang wanita? Dena mengungkapkan bahwa sisi feminimnya memang lebih menonjol sejak ia masih kecil dan sangat yakin bahwa seharusnya ia hidup sebagai seorang wanita. Namun ada satu tahap rumit yang harus Dena lewati, yaitu memberitahu orang tua. Walau begitu mantan presenter Kru Cilik SCTV ini sudah siap dengan segala resikonya, mulai dari diusir dari rumah, tidak dianggap anak lagi oleh orang tuanya, hingga memilih mati. Ginna Rachman sang ibu pun tentu saja terkejut dengan pengakuan Dena, namun akhirnya hanya bisa pasrah dengan pilihan anaknya.
“Dena saat itu beritahu aku, ‘Mama aku mau ngomong, aku memang begini adanya. Terserah Mama mau anggap aku tetap anak atau tidak atau aku keluar dari sini atau aku mati aja‘,” kata Ginna. ”Cuma aku arahkan dia, kalau memang itu pilihan kamu, go a head. Tapi aku arahkan, sekolah kamu harus bener.”
Sampai saat ini Dena masih kerap mendapat tudingan negatif dari masyarakat. Alumni UI ini bahkan dituduh melakukan operasi macam-macam agar terlihat lebih cantik untuk menyempurnakan penampilannya sebagai seorang wanita. Tapi, apa tanggapan Dena?
“Aku begini dari lahir. Everything is original,” kata Dena yang mulai berdandan full sebagai wanita sejak masuk bangku kuliah. ”Tubuh aku begini karena memang dari Mama. Nggak (operasi) sama sekali.”

ANALISIS KASUS :
Analisis kasus ini menggunakan Teori Erich Erikson yaitu Pasca-Aliran Freud (Post-Freudian) dimana subjek mengalami gangguan pada tahap perkembangan kepribadiannya. Erickson adalah orang yang menyumbangkan istilah kritis identitas. Teori yang dikemukakan Erickson mengembangkan tahapan perkembangan anak-anak Freud menjadi remaja, masa dewasa, dan usia lanjut. Erickson menyatakan bahwa tiap tahap, perjuangan psikososial spesifik memberikaan kontribusi pada pembetukan kepribadian. Dari mulai remaja hingga seterusnya, perjuangan tersebut berbentuk krisis identitas, yaitu titik balik dalam hidup seseorang yang dapat memperkuat atau memperlemah kepribadian. Erikson menekankan pada pengaruh sosial dan sejarah untuk menguraikan tahapan psikoseksual setelah masa kanak-kanak. Pada kasus ini, subjek mengalami gangguan di salah tahap perkembangan psikoseksual. Dimana pada salah satu tahap perkembangan menurut Erickson tidak dilewati secara baik. Pemahaman tentang tahapan perkembangan psikoseksual erikson membutuhkan pemahaman tentang beberapa poin. Pertama, pertumbuhan terjadi berdasarkan prinsip epigenetik, yaitu satu bagian komponen yang tumbuh dari komponen lain dan memiliki pengaruh waktu tersendiri, namun tidak menggatikan komponen sebelumnya. Kedua, di dalam tiap tahapan kehidupan terdapat interaksi berlawanan, yaitu konflik antara elemen sintonik (harmpnis) dan elemen distonik (mengacaukan). Disini rasa percaya berlawanan dengan rasa tidak percaya ( Basic Trust vs Mistrust), mungkin ini yang dialami oleh seorang Dena Rachman dimana ia merasa tidak percaya diri dengan keadaan fisiknya sebagai lelaki, dia cendrung nyaman dengan penampilan sebagai wanita. Ketiga, ditiap tahap konflik antara elemen distonik dan sintonik menghasilkan kualitas ego dan kekuatan ego yang Erickson sebut sebagai kekuatan dasar (basic strength). Diantara rasa percaya dan tidak percaya munculnya harapan, kualitas ego yang memungkinkan seseorang untuk maju ketahap selanjutnya. Seorang yang memiliki “gangguan seksualitas” akan berbenturan dengan kenyataan dan akan mengacaukan pada tahapan perkembangan yang dilaluinya. Dia akan marasakan kebingungan akan dirinya karena dia mempunyai kekuatan dasar atau kekuatan ego yang tidak sesuai dengan kenyataan dirinya. Keempat, terlalu sedikitnya kekuatan pada satu tahap mengakibatkan patologi inti (core pathology) pada tahap tersebut dan setiap tahap memiliki potensi patologi inti. Biasanya yang terjadi seorang anak yang tidak memperoleh cukup harapan selama masa bayi akan berlawanan dari harapan. Orang yang mengalami transgender pada masa kecilnya biasanya tidak diharapkan untuk tumbuh menjadi apa yang telah dimilikinya. Seseorang terlahir sebagai laki-laki namun pengharapan orang tua pada si anak tsb menjadi seorang wanita dan orang tuanya juga memperlakukan sebagai seorang anak perempuan. Hal ini bisa terjadi dan bisa menjadi penyebab seseorang yang mengalami ganguan seksualitas dan memutuskan untuk trans gender.Kelima, kedelapan tahap perkembangan Erickson tidak hanya mengacu pada tahap psikososial, namun juga tak pernah meninggalkan spek biologis dalam perkembangan manusia. Tidak hanya karena lingkungan sosial seseorang menjadi trans gender tapi juga ada faktor biologis dalam dirinya. Seseorang bisa saja terjebak didalam tubuh yang tidak sesuai dengan kepribadiannya, dalam kasus ini Dena mempunyai lebih banyak hormon perempuan yang dihaslkan dari pada hormon laki-laki. Hal itu yang menyebabkan dia menjadi suka berdandan dan suka segala sesuatu yang menjadi kesukaan perempuan. Keenam, peristiwa peristiwa ditahap sebelumnya tidak menyebabkan perkembangan kepribadian selanjutnya. Ketujuh, selama tiap tahapan, khususnya sejak remaja dan selanjutnya perkembangan kepribadian ditandai oleh krisis identitas yang Erickson sebut sebagai “titik balik”. Krisis identitas ini terjadi pada tahap remaja, pada tahap ini seseorang mengalami pubertas , remaja mencari peran baru untuk membantu mereka menemukan jati diri, idenstitas seksual, ideologis dan pekerjaan mereka. Disinilah tahap yang berperan dalam pengambilan keputusan siapa jati diri seseorang karena pada tahap ini remaja mengalami masa identas versus kebingungan idenitas. Seorang dena rachman juga mengalami krisis identitas, ia memutuskan apa yang ia yakini dan apa yang dia percaya tentang dirinya. Ia merasa bahwa jati dirinya sebagai seorang perempuan bukan sebagai seorang laki-laki. Pilihan yang tentu saja sulit, ketika keluarganya mengetahui bahwa dia dilahirkan sebagai seorang laki-laki dan untuk memutuskan untuk mengambil langkah mengikuti kata hatinya juga merupakan suatu tahap yang sangat sulit. Karena belum tentu keluarga dan lingkungan sosial mendukung tentang keputusannya. Disinilah peran sosial dalam pembentukan kepribadian maupun untuk membantu masa krisis identitas seseorang. Jika lingkungan sosial dan keluarga mendukung apa yang menjadi keputusan denna, maka denna pun akan mudah memilih jati diri yang sesuai dengannya. Hingga ia meumtuskan untuk tran gender. Meskipun banyak orang yang masih bertanya tanya tentang dirinya, namun dena cukup percaya diri karena ia mempunyai kekuatan dasar dalam dirinya sebagai seorang perempuan dan juga mendapat dukungan dari lingkungan sekitarnya seperti keluarga dan teman dekatnya. Dengan dukungan sosial iniliah yang membuat dena menajadi lebih berani dalam memilih kariernya dan bisa menjadi seorang transgender yang sukses. 

2.Kesehatan mental yakni kondisi sejahtera karena individu menyadari potensi dirinya, dapat mengatasi tekanan, bekerja dengan baik dan produktif, serta mampu memberikan kontribusi bagi kelompoknya. Di negara yang sedang berkembang, isu kesehatan mental masih menjadi topik yang terpinggirkan. 4 dari 5 penderita gangguan mental belum mendapatkan penanganan yang sesuai dan pihak keluargapun hanya menggunakan kurang dari 2% pendapatannya untuk penanganan penderita. Di Indonesia sendiri, stigma terhadap penderita menyebabkan para penderita semakin sulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan terisolasi. Bahkan data dari riset kesehatan dasar menyebutkan bahwa pada tahun 2013 terdapat 56000 penderita yang dipasung oleh keluarga dikarenakan stigma negatif, kurangnya informasi dan pemahaman terkait kesehatan mental, serta kurangnya fasilitas penanganan yang memadai.  Penanggulangannya dengan pemerintah memberikan sosialisasi tentang apa itu kesehatan mental, dan bagaimana menanggulanginya seiring dengan banyaknya tuntutan hidup di kalangan masyarakat yang sering kali membuat terganggunya kesehatan mental apalagi di kalangan bawah yang hidup serba kekurangan membuat rentannya seseorang terkena gangguan mental dan juga menambahkan tenaga psikolog klinis untuk mengatasi masalah kesehatan mental khususnya di Indonesia.  

Minggu, 27 Maret 2016

Depresi

Depresi

Pengertian
Depresi adalah jenis gangguan alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologi: rasa susah, murung, sedih, putus asa, dan tidak bahagia, serta komponen somatik: anoreksia, konstipasi, kulit lembab, tekanan darah, dan denyut nadi menurun. Salah satu bentuk gangguan jiwa pada alam perasaan (afektif,mood) (Teddy Hidayat 2008) merupakan gangguan alam yang berat dan di manifestasikan dengan gangguan fungsi sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan. Merupakan reaksi normal bila berlangsung dalam waktu yang pendek dengan adanya faktor pencetus yang jelas, lama dan dalamnya depresi sesuai dengan pencetusnya.

Proses terjadinya
Klien yang mengalami depresi biasanya diawali dari presepsinya yang negatif terhadap stressor. Klien menganggap masalah sebagai sesuatu yang buruk. Tidak ada hikmah dan kebaikan dibalik semua masalah yang diterimanya, karena persepsi yang salah makan akan menuntun klien untuk berpikir dan bertindak salah. Kondisi ini diperburuk dengan tidak adanya support system yang adequate seperti sahabat, ibu, tetangga, adanya tabungan terutama keyakinannya pada yang maha kuasa, muncul fase  akumulasi stressor dimaa stressor  yang lain turut memper buruk keadaan klien. Klien akan makin merasa tidak berdaya dan akhirnya ada niat untuk mencederai diri dan mengakhiri hidup. Salah satu pemicu munculnya harga diri rendah yang akan menjadi internal stressor.

Faktor penyebab
 Depresi disebabkan oleh banyak faktor antara lain: faktor heriditer dan genetik, faktor konstitusi, faktor kepribadian pramorbid, faktor fisik, faktor psikobiologi, faktor neurologik, faktor biokimia dalam tubuh, faktor keseimbangan elektrolit dan sebagainya.biasanya di cetuskan oleh trauma fisik seperti penyakit infeksi, pembedahan, kecelakaan, persalinan, serta faktor psikis  seperti kehilangan kasih sayang atau harga diri. Gangguan ikatan antara ibu dan anak pada usia dini, sangat penting dalam terjadinya keadaan patologis pada perkembangan kepribadian di kemudian hari. Bila seorang ibu menderita depresi maka peran dan fungsinya sebagai ibu akan terganggu, yang mengakibatkan relasi patologik pada anak. Pengalaman pada awal pertama kehidupan masa anak – anak yang enimbulkan trauma psikis, dapat membentuk kepribadian yang rentan untuk mengalami depresi. Lebih banyak dijumpai pada seorang dengan kepribadian tertentu, sedang kepribadian banyak ditentukan oleh faktor genetik. Meskipun anak tidak mempunyai riwayat depresi secara genetik, anak anak akan belajar untuk meniru perilaku depresi dari orangtuanya. Seorang yang sehat kepribadian dan jiwanya bisa saja menderita depresi apabila yang bersangkutan tidak bisa menanggulangi stressor psikososial yang dialami. Seseorang yang lebih rentan menderita depresi dibandingkan oranglain bisanya bersangkutan mempunyai corak kepribadian sendiri, dengan ciri – ciri :
-          Susah untuk merasa bahagia, mudah cemas, gelisah dan khawatir, irritable, tegang dan agitatif.
-          Kurang percaya diri, rendah diri, mudah mengalah da lebih senang berdamai untuk menghindari konflik atau konfrontasi, merasa gagal dalam usaha atau sekolah, lamban, lemah, lesu, sering mengeluh sakit.
-          Pengendalian dorongan dan impuls terlalu kuat, menarik diri, lebih suka menyisih, sulit mengambil keputusan, enggan berbicara, pendiam dan pemalu, menjaga jarak dan menghindari keterlibatan dengan orang lain.
-          Suka mencela, mengkritik, menyalahkan orang lain atau menggunakan mekanisme penyangkalan.

Tanda dan gejala.
Klien tidak mampu mengutarakan pendapat dan malas bicara. Sering mengemukakan keluhan somatik seperti : nyeri abdomen dari dada, anoreksia, sakit punggung, pusing. Merasa dirinya sudah tidak berguna lagi, tidak berarti, tidak ada tujuan hidup, merasa putus asa dan cenderung ingin bunuh diri, pasien mudah tersinggung dan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi. Gerakan tubuh melambat, tubuh yang melengkung dan bila duduk dengan sikap yang merosot, ekspresi wajah murung, gaya jalan yang lambat dengan langkah yang diseret, kadang dapat menjadi stupor. Pasien tampak malas, lelah dan tidak ada nafsu makan, sukar tidur dan sering menangis. Proses berpikir terlambat, seolah pikirannya kosong, konsentrasi terganggu, tidak mempunyai minat, tidak dapet berpikir, tidak mempunyai daya khayal. Menurut Tedy Hidayat depresi dapat ditandai gejala berikut :       
  •  Kemurungan, kesedihan, kelesuan, kehilangan gairah hidup, tidak ada semangat dan merasa tidak berdaya.
  • Perasaan bersalah atau berdosa, tidak berguna dan putus asa.
  • Nafsu makan dan berat badan menurun.
  • Sulit konsentrasi dan daya ingat menurun
  • Gangguan tidur dan disertai mimpi yang tidak menyenangkan.
  •  Agitasi atau retardasi motorik
  • Hilang perasaan senang, semangat, dan meninggalkan hobi.
  • Kreativitas dan produktifitas menurun.
  • Gangguan seksual
  • Pikiran tentang kematian dan bunuh diri
Diagnosa keperawatan
  •         Resiko mencederai diri
  •     Gangguan alam perasaan
  •         Defisit perawatan diri
  •     Gangguan komunikasi verbal.
  •     Ketidakmampuan melihat sisi positif dari setiap stressor yang dialami 
  •         Ketidakmampuan mengatur produktifitas dan jadwal harian



dikutip dari buku Keperawatan Jiwa, Iyus Yosep, S.Kp.,M.Si.