Minggu, 27 Maret 2016

Depresi

Depresi

Pengertian
Depresi adalah jenis gangguan alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologi: rasa susah, murung, sedih, putus asa, dan tidak bahagia, serta komponen somatik: anoreksia, konstipasi, kulit lembab, tekanan darah, dan denyut nadi menurun. Salah satu bentuk gangguan jiwa pada alam perasaan (afektif,mood) (Teddy Hidayat 2008) merupakan gangguan alam yang berat dan di manifestasikan dengan gangguan fungsi sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan. Merupakan reaksi normal bila berlangsung dalam waktu yang pendek dengan adanya faktor pencetus yang jelas, lama dan dalamnya depresi sesuai dengan pencetusnya.

Proses terjadinya
Klien yang mengalami depresi biasanya diawali dari presepsinya yang negatif terhadap stressor. Klien menganggap masalah sebagai sesuatu yang buruk. Tidak ada hikmah dan kebaikan dibalik semua masalah yang diterimanya, karena persepsi yang salah makan akan menuntun klien untuk berpikir dan bertindak salah. Kondisi ini diperburuk dengan tidak adanya support system yang adequate seperti sahabat, ibu, tetangga, adanya tabungan terutama keyakinannya pada yang maha kuasa, muncul fase  akumulasi stressor dimaa stressor  yang lain turut memper buruk keadaan klien. Klien akan makin merasa tidak berdaya dan akhirnya ada niat untuk mencederai diri dan mengakhiri hidup. Salah satu pemicu munculnya harga diri rendah yang akan menjadi internal stressor.

Faktor penyebab
 Depresi disebabkan oleh banyak faktor antara lain: faktor heriditer dan genetik, faktor konstitusi, faktor kepribadian pramorbid, faktor fisik, faktor psikobiologi, faktor neurologik, faktor biokimia dalam tubuh, faktor keseimbangan elektrolit dan sebagainya.biasanya di cetuskan oleh trauma fisik seperti penyakit infeksi, pembedahan, kecelakaan, persalinan, serta faktor psikis  seperti kehilangan kasih sayang atau harga diri. Gangguan ikatan antara ibu dan anak pada usia dini, sangat penting dalam terjadinya keadaan patologis pada perkembangan kepribadian di kemudian hari. Bila seorang ibu menderita depresi maka peran dan fungsinya sebagai ibu akan terganggu, yang mengakibatkan relasi patologik pada anak. Pengalaman pada awal pertama kehidupan masa anak – anak yang enimbulkan trauma psikis, dapat membentuk kepribadian yang rentan untuk mengalami depresi. Lebih banyak dijumpai pada seorang dengan kepribadian tertentu, sedang kepribadian banyak ditentukan oleh faktor genetik. Meskipun anak tidak mempunyai riwayat depresi secara genetik, anak anak akan belajar untuk meniru perilaku depresi dari orangtuanya. Seorang yang sehat kepribadian dan jiwanya bisa saja menderita depresi apabila yang bersangkutan tidak bisa menanggulangi stressor psikososial yang dialami. Seseorang yang lebih rentan menderita depresi dibandingkan oranglain bisanya bersangkutan mempunyai corak kepribadian sendiri, dengan ciri – ciri :
-          Susah untuk merasa bahagia, mudah cemas, gelisah dan khawatir, irritable, tegang dan agitatif.
-          Kurang percaya diri, rendah diri, mudah mengalah da lebih senang berdamai untuk menghindari konflik atau konfrontasi, merasa gagal dalam usaha atau sekolah, lamban, lemah, lesu, sering mengeluh sakit.
-          Pengendalian dorongan dan impuls terlalu kuat, menarik diri, lebih suka menyisih, sulit mengambil keputusan, enggan berbicara, pendiam dan pemalu, menjaga jarak dan menghindari keterlibatan dengan orang lain.
-          Suka mencela, mengkritik, menyalahkan orang lain atau menggunakan mekanisme penyangkalan.

Tanda dan gejala.
Klien tidak mampu mengutarakan pendapat dan malas bicara. Sering mengemukakan keluhan somatik seperti : nyeri abdomen dari dada, anoreksia, sakit punggung, pusing. Merasa dirinya sudah tidak berguna lagi, tidak berarti, tidak ada tujuan hidup, merasa putus asa dan cenderung ingin bunuh diri, pasien mudah tersinggung dan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi. Gerakan tubuh melambat, tubuh yang melengkung dan bila duduk dengan sikap yang merosot, ekspresi wajah murung, gaya jalan yang lambat dengan langkah yang diseret, kadang dapat menjadi stupor. Pasien tampak malas, lelah dan tidak ada nafsu makan, sukar tidur dan sering menangis. Proses berpikir terlambat, seolah pikirannya kosong, konsentrasi terganggu, tidak mempunyai minat, tidak dapet berpikir, tidak mempunyai daya khayal. Menurut Tedy Hidayat depresi dapat ditandai gejala berikut :       
  •  Kemurungan, kesedihan, kelesuan, kehilangan gairah hidup, tidak ada semangat dan merasa tidak berdaya.
  • Perasaan bersalah atau berdosa, tidak berguna dan putus asa.
  • Nafsu makan dan berat badan menurun.
  • Sulit konsentrasi dan daya ingat menurun
  • Gangguan tidur dan disertai mimpi yang tidak menyenangkan.
  •  Agitasi atau retardasi motorik
  • Hilang perasaan senang, semangat, dan meninggalkan hobi.
  • Kreativitas dan produktifitas menurun.
  • Gangguan seksual
  • Pikiran tentang kematian dan bunuh diri
Diagnosa keperawatan
  •         Resiko mencederai diri
  •     Gangguan alam perasaan
  •         Defisit perawatan diri
  •     Gangguan komunikasi verbal.
  •     Ketidakmampuan melihat sisi positif dari setiap stressor yang dialami 
  •         Ketidakmampuan mengatur produktifitas dan jadwal harian



dikutip dari buku Keperawatan Jiwa, Iyus Yosep, S.Kp.,M.Si.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar