Depresi
Pengertian
Depresi adalah jenis gangguan
alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologi: rasa susah, murung,
sedih, putus asa, dan tidak bahagia, serta komponen somatik: anoreksia,
konstipasi, kulit lembab, tekanan darah, dan denyut nadi menurun. Salah satu
bentuk gangguan jiwa pada alam perasaan (afektif,mood) (Teddy Hidayat 2008)
merupakan gangguan alam yang berat dan di manifestasikan dengan gangguan fungsi
sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan.
Merupakan reaksi normal bila berlangsung dalam waktu yang pendek dengan adanya
faktor pencetus yang jelas, lama dan dalamnya depresi sesuai dengan
pencetusnya.
Proses terjadinya
Klien yang mengalami depresi
biasanya diawali dari presepsinya yang negatif terhadap stressor. Klien
menganggap masalah sebagai sesuatu yang buruk. Tidak ada hikmah dan kebaikan
dibalik semua masalah yang diterimanya, karena persepsi yang salah makan akan
menuntun klien untuk berpikir dan bertindak salah. Kondisi ini diperburuk
dengan tidak adanya support system
yang adequate seperti sahabat, ibu, tetangga, adanya tabungan terutama keyakinannya pada
yang maha kuasa, muncul fase akumulasi
stressor dimaa stressor yang lain turut
memper buruk keadaan klien. Klien akan makin merasa tidak berdaya dan akhirnya
ada niat untuk mencederai diri dan mengakhiri hidup. Salah satu pemicu
munculnya harga diri rendah yang akan menjadi internal stressor.
Faktor penyebab
Depresi disebabkan oleh banyak faktor antara
lain: faktor heriditer dan genetik, faktor konstitusi, faktor kepribadian pramorbid,
faktor fisik, faktor psikobiologi, faktor neurologik, faktor biokimia dalam
tubuh, faktor keseimbangan elektrolit dan sebagainya.biasanya di cetuskan oleh
trauma fisik seperti penyakit infeksi, pembedahan, kecelakaan, persalinan,
serta faktor psikis seperti kehilangan
kasih sayang atau harga diri. Gangguan ikatan antara ibu dan anak pada usia
dini, sangat penting dalam terjadinya keadaan patologis pada perkembangan
kepribadian di kemudian hari. Bila seorang ibu menderita depresi maka peran dan
fungsinya sebagai ibu akan terganggu, yang mengakibatkan relasi patologik pada
anak. Pengalaman pada awal pertama kehidupan masa anak – anak yang enimbulkan
trauma psikis, dapat membentuk kepribadian yang rentan untuk mengalami depresi.
Lebih banyak dijumpai pada seorang dengan kepribadian tertentu, sedang
kepribadian banyak ditentukan oleh faktor genetik. Meskipun anak tidak
mempunyai riwayat depresi secara genetik, anak anak akan belajar untuk meniru
perilaku depresi dari orangtuanya. Seorang yang sehat kepribadian dan jiwanya
bisa saja menderita depresi apabila yang bersangkutan tidak bisa menanggulangi
stressor psikososial yang dialami. Seseorang yang lebih rentan menderita
depresi dibandingkan oranglain bisanya bersangkutan mempunyai corak kepribadian
sendiri, dengan ciri – ciri :
-
Susah
untuk merasa bahagia, mudah cemas, gelisah dan khawatir, irritable, tegang dan
agitatif.
-
Kurang
percaya diri, rendah diri, mudah mengalah da lebih senang berdamai untuk
menghindari konflik atau konfrontasi, merasa gagal dalam usaha atau sekolah,
lamban, lemah, lesu, sering mengeluh sakit.
-
Pengendalian
dorongan dan impuls terlalu kuat, menarik diri, lebih suka menyisih, sulit
mengambil keputusan, enggan berbicara, pendiam dan pemalu, menjaga jarak dan
menghindari keterlibatan dengan orang lain.
-
Suka mencela,
mengkritik, menyalahkan orang lain atau menggunakan mekanisme penyangkalan.
Tanda dan gejala.
Klien tidak mampu
mengutarakan pendapat dan malas bicara. Sering mengemukakan keluhan somatik
seperti : nyeri abdomen dari dada, anoreksia, sakit punggung, pusing. Merasa dirinya
sudah tidak berguna lagi, tidak berarti, tidak ada tujuan hidup, merasa putus
asa dan cenderung ingin bunuh diri, pasien mudah tersinggung dan ketidakmampuan
untuk berkonsentrasi. Gerakan tubuh melambat, tubuh yang melengkung dan bila
duduk dengan sikap yang merosot, ekspresi wajah murung, gaya jalan yang lambat
dengan langkah yang diseret, kadang dapat menjadi stupor. Pasien tampak malas, lelah dan tidak ada nafsu makan, sukar
tidur dan sering menangis. Proses berpikir terlambat, seolah pikirannya kosong,
konsentrasi terganggu, tidak mempunyai minat, tidak dapet berpikir, tidak
mempunyai daya khayal. Menurut Tedy
Hidayat depresi dapat ditandai gejala berikut :
- Kemurungan, kesedihan, kelesuan, kehilangan gairah hidup, tidak ada semangat dan merasa tidak berdaya.
- Perasaan bersalah atau berdosa, tidak berguna dan putus asa.
- Nafsu makan dan berat badan menurun.
- Sulit konsentrasi dan daya ingat menurun
- Gangguan tidur dan disertai mimpi yang tidak menyenangkan.
- Agitasi atau retardasi motorik
- Hilang perasaan senang, semangat, dan meninggalkan hobi.
- Kreativitas dan produktifitas menurun.
- Gangguan seksual
- Pikiran tentang kematian dan bunuh diri
Diagnosa keperawatan
- Resiko mencederai diri
- Gangguan alam perasaan
- Defisit perawatan diri
- Gangguan komunikasi verbal.
- Ketidakmampuan melihat sisi positif dari setiap stressor yang dialami
- Ketidakmampuan mengatur produktifitas dan jadwal harian
dikutip dari buku Keperawatan Jiwa, Iyus Yosep, S.Kp.,M.Si.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar