Sabtu, 18 Juni 2016

Kesehatan Mental

1. Dena Rachman, Wanita Transgender Artis Cilik Renaldy
Dena Rachman jadi perbincangan publik karena wanita cantik ini sebenarnya adalah mantan artis cilik bernama Renaldy yang telah melakukan transgender. Bagaimana kisah hidup Dena Rachman hingga memutuskan menjadi seorang wanita? Dena mengungkapkan bahwa sisi feminimnya memang lebih menonjol sejak ia masih kecil dan sangat yakin bahwa seharusnya ia hidup sebagai seorang wanita. Namun ada satu tahap rumit yang harus Dena lewati, yaitu memberitahu orang tua. Walau begitu mantan presenter Kru Cilik SCTV ini sudah siap dengan segala resikonya, mulai dari diusir dari rumah, tidak dianggap anak lagi oleh orang tuanya, hingga memilih mati. Ginna Rachman sang ibu pun tentu saja terkejut dengan pengakuan Dena, namun akhirnya hanya bisa pasrah dengan pilihan anaknya.
“Dena saat itu beritahu aku, ‘Mama aku mau ngomong, aku memang begini adanya. Terserah Mama mau anggap aku tetap anak atau tidak atau aku keluar dari sini atau aku mati aja‘,” kata Ginna. ”Cuma aku arahkan dia, kalau memang itu pilihan kamu, go a head. Tapi aku arahkan, sekolah kamu harus bener.”
Sampai saat ini Dena masih kerap mendapat tudingan negatif dari masyarakat. Alumni UI ini bahkan dituduh melakukan operasi macam-macam agar terlihat lebih cantik untuk menyempurnakan penampilannya sebagai seorang wanita. Tapi, apa tanggapan Dena?
“Aku begini dari lahir. Everything is original,” kata Dena yang mulai berdandan full sebagai wanita sejak masuk bangku kuliah. ”Tubuh aku begini karena memang dari Mama. Nggak (operasi) sama sekali.”

ANALISIS KASUS :
Analisis kasus ini menggunakan Teori Erich Erikson yaitu Pasca-Aliran Freud (Post-Freudian) dimana subjek mengalami gangguan pada tahap perkembangan kepribadiannya. Erickson adalah orang yang menyumbangkan istilah kritis identitas. Teori yang dikemukakan Erickson mengembangkan tahapan perkembangan anak-anak Freud menjadi remaja, masa dewasa, dan usia lanjut. Erickson menyatakan bahwa tiap tahap, perjuangan psikososial spesifik memberikaan kontribusi pada pembetukan kepribadian. Dari mulai remaja hingga seterusnya, perjuangan tersebut berbentuk krisis identitas, yaitu titik balik dalam hidup seseorang yang dapat memperkuat atau memperlemah kepribadian. Erikson menekankan pada pengaruh sosial dan sejarah untuk menguraikan tahapan psikoseksual setelah masa kanak-kanak. Pada kasus ini, subjek mengalami gangguan di salah tahap perkembangan psikoseksual. Dimana pada salah satu tahap perkembangan menurut Erickson tidak dilewati secara baik. Pemahaman tentang tahapan perkembangan psikoseksual erikson membutuhkan pemahaman tentang beberapa poin. Pertama, pertumbuhan terjadi berdasarkan prinsip epigenetik, yaitu satu bagian komponen yang tumbuh dari komponen lain dan memiliki pengaruh waktu tersendiri, namun tidak menggatikan komponen sebelumnya. Kedua, di dalam tiap tahapan kehidupan terdapat interaksi berlawanan, yaitu konflik antara elemen sintonik (harmpnis) dan elemen distonik (mengacaukan). Disini rasa percaya berlawanan dengan rasa tidak percaya ( Basic Trust vs Mistrust), mungkin ini yang dialami oleh seorang Dena Rachman dimana ia merasa tidak percaya diri dengan keadaan fisiknya sebagai lelaki, dia cendrung nyaman dengan penampilan sebagai wanita. Ketiga, ditiap tahap konflik antara elemen distonik dan sintonik menghasilkan kualitas ego dan kekuatan ego yang Erickson sebut sebagai kekuatan dasar (basic strength). Diantara rasa percaya dan tidak percaya munculnya harapan, kualitas ego yang memungkinkan seseorang untuk maju ketahap selanjutnya. Seorang yang memiliki “gangguan seksualitas” akan berbenturan dengan kenyataan dan akan mengacaukan pada tahapan perkembangan yang dilaluinya. Dia akan marasakan kebingungan akan dirinya karena dia mempunyai kekuatan dasar atau kekuatan ego yang tidak sesuai dengan kenyataan dirinya. Keempat, terlalu sedikitnya kekuatan pada satu tahap mengakibatkan patologi inti (core pathology) pada tahap tersebut dan setiap tahap memiliki potensi patologi inti. Biasanya yang terjadi seorang anak yang tidak memperoleh cukup harapan selama masa bayi akan berlawanan dari harapan. Orang yang mengalami transgender pada masa kecilnya biasanya tidak diharapkan untuk tumbuh menjadi apa yang telah dimilikinya. Seseorang terlahir sebagai laki-laki namun pengharapan orang tua pada si anak tsb menjadi seorang wanita dan orang tuanya juga memperlakukan sebagai seorang anak perempuan. Hal ini bisa terjadi dan bisa menjadi penyebab seseorang yang mengalami ganguan seksualitas dan memutuskan untuk trans gender.Kelima, kedelapan tahap perkembangan Erickson tidak hanya mengacu pada tahap psikososial, namun juga tak pernah meninggalkan spek biologis dalam perkembangan manusia. Tidak hanya karena lingkungan sosial seseorang menjadi trans gender tapi juga ada faktor biologis dalam dirinya. Seseorang bisa saja terjebak didalam tubuh yang tidak sesuai dengan kepribadiannya, dalam kasus ini Dena mempunyai lebih banyak hormon perempuan yang dihaslkan dari pada hormon laki-laki. Hal itu yang menyebabkan dia menjadi suka berdandan dan suka segala sesuatu yang menjadi kesukaan perempuan. Keenam, peristiwa peristiwa ditahap sebelumnya tidak menyebabkan perkembangan kepribadian selanjutnya. Ketujuh, selama tiap tahapan, khususnya sejak remaja dan selanjutnya perkembangan kepribadian ditandai oleh krisis identitas yang Erickson sebut sebagai “titik balik”. Krisis identitas ini terjadi pada tahap remaja, pada tahap ini seseorang mengalami pubertas , remaja mencari peran baru untuk membantu mereka menemukan jati diri, idenstitas seksual, ideologis dan pekerjaan mereka. Disinilah tahap yang berperan dalam pengambilan keputusan siapa jati diri seseorang karena pada tahap ini remaja mengalami masa identas versus kebingungan idenitas. Seorang dena rachman juga mengalami krisis identitas, ia memutuskan apa yang ia yakini dan apa yang dia percaya tentang dirinya. Ia merasa bahwa jati dirinya sebagai seorang perempuan bukan sebagai seorang laki-laki. Pilihan yang tentu saja sulit, ketika keluarganya mengetahui bahwa dia dilahirkan sebagai seorang laki-laki dan untuk memutuskan untuk mengambil langkah mengikuti kata hatinya juga merupakan suatu tahap yang sangat sulit. Karena belum tentu keluarga dan lingkungan sosial mendukung tentang keputusannya. Disinilah peran sosial dalam pembentukan kepribadian maupun untuk membantu masa krisis identitas seseorang. Jika lingkungan sosial dan keluarga mendukung apa yang menjadi keputusan denna, maka denna pun akan mudah memilih jati diri yang sesuai dengannya. Hingga ia meumtuskan untuk tran gender. Meskipun banyak orang yang masih bertanya tanya tentang dirinya, namun dena cukup percaya diri karena ia mempunyai kekuatan dasar dalam dirinya sebagai seorang perempuan dan juga mendapat dukungan dari lingkungan sekitarnya seperti keluarga dan teman dekatnya. Dengan dukungan sosial iniliah yang membuat dena menajadi lebih berani dalam memilih kariernya dan bisa menjadi seorang transgender yang sukses. 

2.Kesehatan mental yakni kondisi sejahtera karena individu menyadari potensi dirinya, dapat mengatasi tekanan, bekerja dengan baik dan produktif, serta mampu memberikan kontribusi bagi kelompoknya. Di negara yang sedang berkembang, isu kesehatan mental masih menjadi topik yang terpinggirkan. 4 dari 5 penderita gangguan mental belum mendapatkan penanganan yang sesuai dan pihak keluargapun hanya menggunakan kurang dari 2% pendapatannya untuk penanganan penderita. Di Indonesia sendiri, stigma terhadap penderita menyebabkan para penderita semakin sulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan terisolasi. Bahkan data dari riset kesehatan dasar menyebutkan bahwa pada tahun 2013 terdapat 56000 penderita yang dipasung oleh keluarga dikarenakan stigma negatif, kurangnya informasi dan pemahaman terkait kesehatan mental, serta kurangnya fasilitas penanganan yang memadai.  Penanggulangannya dengan pemerintah memberikan sosialisasi tentang apa itu kesehatan mental, dan bagaimana menanggulanginya seiring dengan banyaknya tuntutan hidup di kalangan masyarakat yang sering kali membuat terganggunya kesehatan mental apalagi di kalangan bawah yang hidup serba kekurangan membuat rentannya seseorang terkena gangguan mental dan juga menambahkan tenaga psikolog klinis untuk mengatasi masalah kesehatan mental khususnya di Indonesia.  

Minggu, 27 Maret 2016

Depresi

Depresi

Pengertian
Depresi adalah jenis gangguan alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologi: rasa susah, murung, sedih, putus asa, dan tidak bahagia, serta komponen somatik: anoreksia, konstipasi, kulit lembab, tekanan darah, dan denyut nadi menurun. Salah satu bentuk gangguan jiwa pada alam perasaan (afektif,mood) (Teddy Hidayat 2008) merupakan gangguan alam yang berat dan di manifestasikan dengan gangguan fungsi sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan. Merupakan reaksi normal bila berlangsung dalam waktu yang pendek dengan adanya faktor pencetus yang jelas, lama dan dalamnya depresi sesuai dengan pencetusnya.

Proses terjadinya
Klien yang mengalami depresi biasanya diawali dari presepsinya yang negatif terhadap stressor. Klien menganggap masalah sebagai sesuatu yang buruk. Tidak ada hikmah dan kebaikan dibalik semua masalah yang diterimanya, karena persepsi yang salah makan akan menuntun klien untuk berpikir dan bertindak salah. Kondisi ini diperburuk dengan tidak adanya support system yang adequate seperti sahabat, ibu, tetangga, adanya tabungan terutama keyakinannya pada yang maha kuasa, muncul fase  akumulasi stressor dimaa stressor  yang lain turut memper buruk keadaan klien. Klien akan makin merasa tidak berdaya dan akhirnya ada niat untuk mencederai diri dan mengakhiri hidup. Salah satu pemicu munculnya harga diri rendah yang akan menjadi internal stressor.

Faktor penyebab
 Depresi disebabkan oleh banyak faktor antara lain: faktor heriditer dan genetik, faktor konstitusi, faktor kepribadian pramorbid, faktor fisik, faktor psikobiologi, faktor neurologik, faktor biokimia dalam tubuh, faktor keseimbangan elektrolit dan sebagainya.biasanya di cetuskan oleh trauma fisik seperti penyakit infeksi, pembedahan, kecelakaan, persalinan, serta faktor psikis  seperti kehilangan kasih sayang atau harga diri. Gangguan ikatan antara ibu dan anak pada usia dini, sangat penting dalam terjadinya keadaan patologis pada perkembangan kepribadian di kemudian hari. Bila seorang ibu menderita depresi maka peran dan fungsinya sebagai ibu akan terganggu, yang mengakibatkan relasi patologik pada anak. Pengalaman pada awal pertama kehidupan masa anak – anak yang enimbulkan trauma psikis, dapat membentuk kepribadian yang rentan untuk mengalami depresi. Lebih banyak dijumpai pada seorang dengan kepribadian tertentu, sedang kepribadian banyak ditentukan oleh faktor genetik. Meskipun anak tidak mempunyai riwayat depresi secara genetik, anak anak akan belajar untuk meniru perilaku depresi dari orangtuanya. Seorang yang sehat kepribadian dan jiwanya bisa saja menderita depresi apabila yang bersangkutan tidak bisa menanggulangi stressor psikososial yang dialami. Seseorang yang lebih rentan menderita depresi dibandingkan oranglain bisanya bersangkutan mempunyai corak kepribadian sendiri, dengan ciri – ciri :
-          Susah untuk merasa bahagia, mudah cemas, gelisah dan khawatir, irritable, tegang dan agitatif.
-          Kurang percaya diri, rendah diri, mudah mengalah da lebih senang berdamai untuk menghindari konflik atau konfrontasi, merasa gagal dalam usaha atau sekolah, lamban, lemah, lesu, sering mengeluh sakit.
-          Pengendalian dorongan dan impuls terlalu kuat, menarik diri, lebih suka menyisih, sulit mengambil keputusan, enggan berbicara, pendiam dan pemalu, menjaga jarak dan menghindari keterlibatan dengan orang lain.
-          Suka mencela, mengkritik, menyalahkan orang lain atau menggunakan mekanisme penyangkalan.

Tanda dan gejala.
Klien tidak mampu mengutarakan pendapat dan malas bicara. Sering mengemukakan keluhan somatik seperti : nyeri abdomen dari dada, anoreksia, sakit punggung, pusing. Merasa dirinya sudah tidak berguna lagi, tidak berarti, tidak ada tujuan hidup, merasa putus asa dan cenderung ingin bunuh diri, pasien mudah tersinggung dan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi. Gerakan tubuh melambat, tubuh yang melengkung dan bila duduk dengan sikap yang merosot, ekspresi wajah murung, gaya jalan yang lambat dengan langkah yang diseret, kadang dapat menjadi stupor. Pasien tampak malas, lelah dan tidak ada nafsu makan, sukar tidur dan sering menangis. Proses berpikir terlambat, seolah pikirannya kosong, konsentrasi terganggu, tidak mempunyai minat, tidak dapet berpikir, tidak mempunyai daya khayal. Menurut Tedy Hidayat depresi dapat ditandai gejala berikut :       
  •  Kemurungan, kesedihan, kelesuan, kehilangan gairah hidup, tidak ada semangat dan merasa tidak berdaya.
  • Perasaan bersalah atau berdosa, tidak berguna dan putus asa.
  • Nafsu makan dan berat badan menurun.
  • Sulit konsentrasi dan daya ingat menurun
  • Gangguan tidur dan disertai mimpi yang tidak menyenangkan.
  •  Agitasi atau retardasi motorik
  • Hilang perasaan senang, semangat, dan meninggalkan hobi.
  • Kreativitas dan produktifitas menurun.
  • Gangguan seksual
  • Pikiran tentang kematian dan bunuh diri
Diagnosa keperawatan
  •         Resiko mencederai diri
  •     Gangguan alam perasaan
  •         Defisit perawatan diri
  •     Gangguan komunikasi verbal.
  •     Ketidakmampuan melihat sisi positif dari setiap stressor yang dialami 
  •         Ketidakmampuan mengatur produktifitas dan jadwal harian



dikutip dari buku Keperawatan Jiwa, Iyus Yosep, S.Kp.,M.Si.  

Rabu, 28 Oktober 2015

Pengaruh internet bagi perkembangan anak

Intenet adalah suatu jaringan yang saling terhubung dimana masing-masing jaringan komputer yang terhubung dikelola secara independen.  Sedangkan Perkembangan adalah suatu proses perubahan yang progresif dan kontinu yang bersifat kualitatif dalam diri individu, mulai dari lahir sampai mati.  Internet sudah tidak asing bagi anak anak jaman sekarang apalagi anak anak yang ada di kota kota besar, hampir seluruhnya bisa dan sangat mahir menggunakan internet.

Dampak positif internet untuk perkembangan anak yaitu    
    1.     Orang tua bisa mendapatkan informasi dan pola asuh yang baik untuk anak anaknya.
    2.     Dapat membuat pola pikir anak menjadi terbuka
    3.     Membuat anak berfikir lebih kritis dan belajar berkonsentrasi penuh pada satu hal  
    4.     Dapat menumbuhkan perilaku berfikir logis pada anak   
    5.     Anak akan terbiasa memecahkan masalah yang mereka hadapi.
      Dampak negatif internet untuk perkembangan anak, yaitu     
       - Karna terlalu sering bermain internet anak akan mengesampingkan kehidupan sosialnya
       - Tanpa pengawasan yang ketat, anak bisa mengakses semua halaman web yang tersedia.Termasuk konten     - konten porno dan konten - konten negatif lainnya
       - Data atau segala hal yang tersedia di internet tidak sepenuhnya benar dan anak belum mampu untuk               membedakan serta menyaring informasi mana yang benar serta jenis informasi mana yang salah. 
       - Anak yang banyak mengakses internet untuk mengerjakan tugas sekolahnya cenderung menjadi pribadi yang plagiat serta memiliki kemampuan yang buruk dalam menulis essay.
      Dengan banyak mengakses internet, anak akan kesulitan dalam membedakan mana hal yang real serta mana hal yang tidak real. 
             Jadi dapat disimpulkan bahwa orang tua yang sangat mempunyai peran besar untuk menanggulangi dampak negatif dari pemakain internet sang anak, orang tua harus lebih dulu menanamkan mana yang baik dan mana yang buruk, dan menanamkan moralitas yang baik agar dapat menyaring mana yang pantas untuk di lihat dan membedakan mana orang yang baik untuk bergaul dan lebih bisa berhati hati apabila berteman dengan teman di dunia maya. 

Selasa, 20 Oktober 2015

Psikologi dan kaitannya dengan internet.

Mengapa psikologi dan kaitannya dengan internet penting?
Intenet adalah suatu jaringan yang saling terhubung dimana masing-masing jaringan komputer yang terhubung dikelola secara independen. Dengan kata lain internet tidak tergantung dengan satu perusahaan atau organisasi yang memilikinya semua orang bebas untuk mengakses internet. Sedangkan psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku seseorang. Dapat ditarik garis besar dari pengertian diatas bahwa internet dan psikologi sangat erat kaitannya karena :   
  1. Setiap orang dapat mempelajari dan terus mengetahui perkembangan tentang ilmu psikologi               dari internet.
  2. Mempermudah dalam pengajar maupun mahasiswa akan dengan mudah mengakses dan             
     mendapatkan materi dan informasi yang berkaitan dengan psikologi
  3. Kita dapat menemukan berbagai kepribadian seseorang hanya dengan mengakses internet.
  4. Membantu menyempurnakan materi tentang psikologi.
 5.Dapat merubah cara pandang seseorang agar dia lebih maju dan tidak ketinggalan              jaman karna adanya internet walaupun dia tidak keluar rumah tapi dia tetap        bisa mengakses berbagai informasi
6. Salah satu pengaruh negatifnya para pengguna internet berbagai kalangan bisa  dengan mudah kecanduan dengan berbagai media sosial, bahkan kalangan di bawah umur bisa  mengakses pornografi, kekejaman, apabila mereka tidak diawasi oleh orang dewasa.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa sangat erat kaitannya ilmu psikologi dengan internet karna internet dapat mempengaruhi daya ingat seseorang dan memepermudah kerja seseorang karena seseorang akan cenderung lebih mengandalkan internet dan percaya bahwa segala fakta-fakta ada diinternet sehingga membuat malas untuk berfikir dan kurangnya interaksi dengan lingkungan masyarakat sekitar karna terlalu sering mengandalkan internet untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.



Jumat, 19 Juni 2015

Vending Machine Kue Cubit

1.    Product
Nama mesin : Vending Machine Kue Cubit

Alasan          : karena sekarang ini kue cubit sedang trend , agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kue cubit yang diinginkan tanpa harus datang ke restoran dan harus menunggu lama untuk mendapatkan kue cubit.


      2.       Person
Yang terlibat dalam penciptaan karya ini adalah :
Yang mendukung keberhasilan :
  • Perusahaan pengguna jasa.
  • BPOM
  • DEPKES
Peran perusahaan pengguna jasa adalah mereka yang menyediakan bahan baku untuk membuat kue cubit dan berbagai perlengkapan lainnya.
Peran BPOM sudah mengecek kelayakan pangan untuk dikonsumsi masyarakat
Peran DEPKES sudah mengecek dari segikesehatan.

Untuk siapa target :

Vending machine kue cubit ini di peruntukan untuk berbagai kalangan masyarakat yang menyukai makanan kue cubit ini.

    3.       Press
        1.    Apa yang memotivasi
               Karna sekarang kue cubit sedang naik daun dengan berbagai macam topping dan rasa yang menarik.  
    2.       Apa dampak positif dan negative
          Positif   :
  • Lebih memudahkan peminat kue cubit mendapatkannya
  • Masyarakat bisa memilih sendiri varian rasa dan toping hanya dengan menekan tombol yang berada di mesin.
  • Menghemat waktu untuk membeli kue cubit karna tidak harus repot datang ke café dan menunggu untuk waktu yang lama.
  • Untuk pembayaran bisa di lakukan dengan 2 cara bisa menggunakan electronic card atau uang tunai yang ada di mesin.
  •  Vending machine ini akan di sediakan di berbagai tempat umum misalnya di stasiun, kampus, pinggir jalan, di sekitar pusat kota, di mall.

     
    Negative  :
  •  Mesin kadang lebih suka eror
  • Masyarakat yang tidak tau cara pakai bisa salah pilihan
  • Butuh biaya banyak dan harus selalu di cek kebersihan dan keadaan adonan dan alat yang ada di dalam mesin
  • Terkadang electronic card tidak dapat di pakai, dan harus menggunakan uang pas ketika membayar dengan uang tunai.
         Prediksi    :
       Keadaan mesin kurang terawat karna banyaknya pemakai, dan masyarakat serta oknum yang tidak bertanggung jawab.
          Mendukung      : banyaknya peminat kue cubit.
          Menggagalkan : mungkin para pedagang kue cubit kaki lima dan café atau restoran kurang mendukung dan pasti banyak protes.

        Cara mengantisipasi :
  •  Memberikan sosialisasi kepada pedagang.
  •  Mengajari cara memakai vending machine ke masyarakat.
  •  Menghibau kepada masyarakat untuk merawat mesin tersebut.

4.       Proses
  • Membuat desain mesin yang akan dibuat.
  • Memberikan contoh mesin tersebut kepada perusahaan penerima jasa.
  • Jika mesin tersebut diterima dan layak pakai, kami meminta surat izin ke BPOM dan DINKES agar mesin tersebut dapat langsung digunakan.
  • Setelah meminta surat izin, kami langsung mengsosialisasikan cara menggunakan mesin tersebut kepada konsumen.
  • Vending Machine Kue Cubit siap untuk digunaka

- Mata Kuliah Softskill-
           -1PA10-

1. agung hadianto 
2. Astri Deristianti
3. Ayuningtyas Pramatasari
4. Chantika Ariesty Silooy
5. Dian Ratnasari
6. Ishma Shabur Annisa

Penemuan

Penemuan yang paling bermakna menurut kelompok kami adalah:

1.       Slingshot (Water Purifier)
Alasan kami memilih alat ini karena di Indonesia terkadang sulit untuk mendapatkan air bersih. Karna air bersih adalah kebutuhan yang sangat penting untung kelangsungan hidup banyak orang, dengan alat ini sumber air menjadi terjamin walaupun pada awalnya air itu berasal dari air yang tidak bersih.

2.       Sky Farm
Alasan kami memilih alat ini karena lahan pertanian di Indonesia sudah mulai berkurang karna lahan untuk persawahan yang mulai tergusur untuk perumahan dan berbagai tempat lainnya, Sky Farm adalah slah satu teknologi yang sangat membantu untuk lahan pertanian.

3.       Highway sky
Alasam kami memilih alat ini karna padatnya penduduk yang ada dikota kota besar yang sebagian besar memiliki kendaraan yang pasti akan membuat jalan padat di jam berangkat kerja dan pulang kerja. Highway sky akan sangat membantu mengurangi kepadatan jalan raya yang sering membuat macet jalanan yang sangat membosankan.
    
Dari ketiga penemuan di atas menurut kelompok kami penemuan yang paling dibutuhkan/di perlukan di Indonesia adalah Slingshot (Water Purifer) karena masih banyak tempat di Indonesia yang krisis air bersih akibat sungai yang tercemar limbah rumah tangga maupun pabrik dengan adanya alat ini di Indonesia air yang sudah tercemarpun dapat kembali jernih dan aman untuk di konsumsi.


-Mata Kuliah Softskill-          

         -1PA10-

Agung Hadianto

Astri Deristianti
Ayuningtyas Pramatasari
Chantika Ariesti Silooy
Dian Ratnasari
Ishma Shabur Annisa

softskill

THEMATIC APPERCEPTION TEST (TAT)
 TAT diciptakan oleh seorang psikolog dari Harvard bernama Morgan dan Murray pada tahun 1930-an dan TAT yang lazim dilakukan kepada orang-orang terdiri dari setumpuk kartu bergambar, yang mengandung ekspresi-ekspresi yang kuat. Kartu TAT ini juga di kategorikan berdasarkan gender, B untuk boys, G untuk girls dan M-F untuk maleand female, yakni untuk kedua jenis.
Bentuk modifikasi dari TAT adalah CAT (Childrena’s Apperception Test), yang menyediakan gambar yang terfokus pada konflik, hubungan orang tua, permusuhan dengan saudara kandung, dan situasi lain yang sering ditemui pada anak-anak. Tes lain yang mirip dengan TAT dan CAT adalah 
Michigan Picture Story Test (MPST), terdiri dari material yang menggambarkan anak-anak dalam hubungannya dengan orang tua, polisi, dan figur otoriter lainnya, juga teman-teman. Tes ini sangat bermanfaat dalam melihat struktur dari sikap anak-anak terhadap orang dewasa dan teman-teman sekaligus mengevaluasi masalah yang mungkin timbul.
Selain itu ada juga tes Make-A-Picture Story (MAPS), yang memiliki kesamaan dengan MPST dalam hal tujuan dan potensi interpretasi yang dimiliki. Perbedaan MAPS dengan tes lain yaitu, pada MAPS klien diperbolehkan memilih karakter yang akan diletakkan pada latar belakang panggung yang kecil, untuk kemudian klien membuat cerita berdasarkan situasi tersebut.
TAT ini didasarkan pada teori needs Murray yang memandang bahwa dalam suatu perilaku manusia pasti didorong oleh adanya motivasi internal dan eksternal, sedangkan lingkungan dipandang sebagai press (tekanan) yang mempengaruhi dorongan tersebut. Keduanya akan membentuk suatu interaksi antara kebutuhan dan lingkungan yang disebut sebagai tema. Kesatuan tema merupakan kesatuan interaksi itu yang terbentuk sejak jaman kanak-kanak tanpa disadari, dan ini merupakan kunci dari suatu perilaku unik (khas) seseorang.
Dalam tes-tes kepribadian dengan pendekatan proyektif, klien berespon terhadap stimulus yang tidak terstruktur dan ambigu sehingga tanpa sadar klien mengungkap struktur dasar dan dinamika kepribadiannya. Beberapa teknik proyektif yang terkenal dan digunakan secara luas antara lain tes RorschachThematic Apperception Test(TAT), ChildrenÂ’s Apperception Test (CAT), tes Draw-A-Person (DAP), tesMake-A-Picture Story (MAPS), Michigan Picture Story Test, dan Sentence Completion Test.
  • Hal yang menarik bagi kelompok adalah karna alat ini sangat berguna untuk mengetahui karakter seseorang hanya dengan menggunakan suatu alat 
  • Prospek jangka panjang, pasti akan sangat berguna untuk para psikolog dan akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu psikologi yang semakin canggih.
  •  Tantangannya: tidak semua pasien mau dites menggunakan alat ini karna alat ini akan mengetahui karakteristik pasien dengan lengkap

Tes IST (Intelligenz Struktur Test)

Tes IST merupakan salah satu tes yang digunakan untuk mengukur inteligensi individu. Tes ini dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Frankfurt, Jerman pada tahun 1953. Amthauer mendefinisikan inteligensi sebagai keseluruhan struktur dari kemampuan jiwa-rohani manusia yang akan tampak jelas dalam hasil tes. Intelegensi hanya akan dapat dikenali (dilihat) melalui manifestasinya misalnya pada hasil atau prestasi suatu tes.

Berdasarkan pemikiran ini Amthauer menyusun sebuah tes yang dinamakan IST dengan hipotesis kerja sebagai berikut: “Komponen dalam struktur tersebut tersusun secara hierarkis; maksudnya bidang yang dominan kurang lebih akan berpengaruh pada bidang-bidang yang lain; kemampuan yang dominan dalam struktur intelegensi akan menentukan dan mempengaruhi kemampuan yang lainnya.”

 Pandangan Amthaeur pada dasarnya didasari oleh teori faktor, baik itu teori bifaktor, teori multifaktor, model struktur inteligensi Guilford dan teori hirarki faktor. Berdasarkan teori faktor, untuk mengukur inteligensi seseorang diperlukan suatu rangkaian baterai tes yang terdiri dari subtes-subtes. Antara subtes satu dengan lainnya, ada yang saling berhubungan karena mengukur faktor yang sama (general factor atau group factor), tapi ada juga yang tidak berhubungan karena masing-masingnya mengukur faktor khusus (special factor). Sedangkan kemampuan seseorang itu merupakan penjumlahan dari seluruh skor subtes-subtes. Maka Amthauer menyusun IST sebagai baterai tes yang terdiri dari 9 subtes (Polhaupessy, dalam Diktat Kuliah IST UNPAD, 2009).

Karakteristik dari baterai tes Amthauer menunjukkan adanya suatu interkorelasi yang rendah antar subtesnya (r=0.25) dan korelasi antara subtes dengan jumlah (keseluruhan subtes) yang rendah pula (r=0.60).

Semenjak diciptakan, IST terus dikembangkan oleh Amthauer dengan bantuan dari para koleganya
  • Hal yang menarik bagi kelompok adalah dengan sebuah tes kita dapat mengukur intelegensi seseorang.
  • Prospek jangan panjang akan sangat memudahkan psikolog untuk mengukur intelegensi seseorang dan menempatkan pekerjaannya yang sesuai dengan intelegensi dan kemampuannya pasti akan terus berkembang karna manfaatnya yang sangat berguna pasti akan selalu di butuhkan.
  • Tantangannya: peserta yang mengikuti tes sering mengalami kesulitan dalam menghadapi tes ini.

Lie Detector

Orang-orang berbohong dan menipu orang lain karena berbagai alasan. Paling sering, berbohong adalah mekanisme pertahanan yang digunakan untuk menghindari masalah dengan hukum, atasan atau figur otoritas. Terkadang, Anda dapat mengetahui bahwa seseorang itu berbohong, tetapi lain waktu mungkin tidak begitu mudah. Polygraphs, atau yang biasa disebut “detektor kebohongan/lie detector” adalah alat yang memantau seseorang melalui reaksi fisiologis.


Tampak bagian jari jari orang yang di tes di pasangi sebuah sensor yang terhubung ke mesin


Tampak diatas sensor sensor juga dipasang di sekitar dada dan lengan untuk mendeteksi nadi dan jantung
Sebuah instrumen poligraf pada dasarnya adalah kombinasi alat-alat medis yang digunakan untuk memantau perubahan yang terjadi dalam tubuh. seseorang akan ditanya tentang peristiwa atau kejadian tertentu, para pemeriksa (operator alat lie detector sekaligus biasanya seorang penyidik atau forensic psychophysiologist ) tampak melihat bagaimana detak jantung, tekanan darah, laju pernapasan dan aktivitas elektro-dermal (keringat, dalam kasus ini jari-jari) perubahan perbandingan tingkat normal.

Fluktuasi mungkin menunjukkan bahwa orang ini sedang menipu atau berbohong. Lie Detector mendeteksi adanya kebohongan dari sistem gelombang. bila seseorang bohong maka gelombang akan bergetar cepat. sebaliknya jika seseorang jujur, maka gelombang tidak bergetar dengan cepat dan tidak terdeteksi oleh Lie Detector

Saat seseorang melakukan sebuah tes kebohongan, maka orang tersebut akan dipasangkan 4 sampai 6 sensor, dan dihubungkan dengan sebuah gambar grafik yang menunjukkan hasil hasil dari pertanyaan yang diajukan. Sensor sensor tersebut biasanya merekam aktifitas seperti yang disebutkan diatas. Kadang-kadang poligraf juga akan mencatat hal-hal seperti gerakan lengan dan kaki.

Ketika tes poligraf dimulai, sang investigator atau penanya akan memberi 3-4 pertanyaan yang simpel dan sederhana dengan jawaban yang diketahui dengan tujuan untuk membentuk suatu fisiologis “dasar.”. setelah itu beranjak ke pertanyaan berat yang kemudian indikatornya bisa ditampilkan dalam sebuah grafik naik turun mirip sebuah sesimograph pencatat gempa.



  •  Hal yang menarik bagi kelompok adalah alat ini dapat mengetahui bahwa seseorang berbohong walaupun bahasa tubuhnya menutupi bahwa iya tidak berbohong.
  •  Prospek jangka panjang pasti akan sangat di butuhkan untuk mengetahui seseorang dia berbohong atau tidak. Dan pasti akan sangat berkembang karna peneliti pasti akan memperbaiki hal yang kurang pada alat tersebut.
  • Tantangannya: tidak semua seseorang yang berbohong mau untuk dites menggunakan alat ini karna secara tidak langsung dia akan membuka aibnya sendiri 





- Mata Kuliah Softskill-
           -1PA10-

1. Agung Hadianto
2. Astri Deristianti
3. Ayuningtyas Pramatasari
4. Chantika Ariesty Silooy
5. Dian Ratnasari
6. Ishma Shabur Annisa